Sabtu, 11 Juni 2011
Materi Perkuliahan Strategi Manajemen SDM
1. The Strategic Approach to Human Resource Management
An Overview of Human Resource Management
The Strategic Approach to Human Resource Management
Environment Organization Link and the Strategic approach
Strategy Formulation, Decision Making, and Problem Solving
2. The External and Global Environment for Human Resources
Components of the External Evvironment
Global Business Environment
Knowing the Environment
3. Formulating a Corporate Strategy
The Strategy Formulation Process
Role of the Market and Competition in Strategy Formulation
Role of Human Resources in Strategy Formulation
Contingency or Situational Approach to Strategy
4. Human Resource Decision Making and Information Systems
The Strategic Decision Process
Integrating Human Resources in Strategic
Human Resource Costing
Human Resource Information Systems
5. Strategies for Human Resource Acquisition and Placement
Strategic Choices
Employment Discrimination
Types of Discrimination
Equal Employment Opportunity
6. Strategic Human Resource Planning and Staffing
The Nature of Human Resource Planning
Model for Human Resource Planning
7. Job Analysis
Job Analysis Data Collection
Organization Strategy, Human Resource Activities, and Job Analysis Methods
8. Job Design
Environmental Factors
Organization Factors
Behavioral Factors
9. Strategies for Recruitment, Selection, and Placement
Recruiting Methods
The Selection Process
Strategies for Effective Recruiting and Selection
10. Strategic Socialization, Training, and Development
Orientation
Training, Development, and Performance Improvement
Evaluation of Training and Development
11. Total Quality Management and Improving Productivity
Productivity
Measuring Productivity
12. Strategic Compensation Systems
External Environmental Variables
Internal Environmental Variables
Strategic Compensation Options
13. Strategies for Maintaining Human Resources
Composition of Benefit Plans
Strategic Management of Banefits
Corporate Effort to Measure Benefit Effectiveness
14. Strategic Restructuring
Restructuring Options Strategic Variables
The Impact of Restructuring on Human Resources
Minggu, 17 Oktober 2010
Fotosintesis
1. Kompetensi Dasar
Pada Modul fotosintesis ini mempunyai kompetensi dasar bahwa siswa mampu mendiskripsikan proses perolehan nutrisi dan energi pada tumbuhan hijau.
2. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mempelajari modul fotosintesis ini siswa diharapkan dapat memahami proses fotosintesis yang terjadi pada tumbuhan hijau.
3. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mempelajari modul fotosintesis ini siswa diharapkan dapat menjelaskan:
a. Bagian Tumbuhan Hijau Yang Berperan Dalam Fotosintesis
b. Mekanisme Proses fotosintesis
c. Fotosintesis Sebagai Sumber Energi Dan Penghasil Oksigen
d. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Fotosintesis
4. Kegiatan Belajar
FOTOSINTESIS
4.1 Uraian
Mahkluk hidup untuk dapat melangsungkan kehidupannya perlu makan (nutrisi). Mahkluk hidup yang mampu memberikan nutrisi adalah mahkluk hidup yang bersifat autotrof, yaitu tumbuhan hijau. Berbeda dengan mahkluk hidup lainnya tumbuhan hijau mampu membuat nutrisi sendiri dengan mengambil zat-zat organik dari lingkungannya melalui peristiwa fotosintesis.
Fotosintesis merupakan proses yang penting bagi kelangsungan kehidupan di dunia karena: (1) Sebagai sumber energi bagi semua mahkluk hidup; (2) Pertumbuhan dan hasil tumbuhan ditentukan oleh kecepatan fotosintesis; (3) Diperlukan untuk sintesis berbagai senyawa organik yang diperlukan untuk hewan dan manusia, (4) Menyediakan oksigen yang penting bagi kehidupan.
Tumbuhan hijau mampu melakukan proses fotosintesis karena memiliki klorofil yang terdapat di dalam kloroplas. Fotosintesa adalah proses anabolisme dimana karbohydrat dibentuk dari CO2 dan H2O oleh klorofil dengan bantuan cahaya matahari.
A. Bagian Tumbuhan Hijau Yang Berperan Dalam Fotosintesis
Peristiwa fotosintesis terjadi pada bagian tumbuhan yang mengandung hijau daun seperti daun, batang, dan buah yang masih muda. Pada umumnya proses fotosintesis berlangsung di daun.
Gambar 1. Struktur Daun
Struktur daun terdiri atas Jaringan epidermis daun yang terdapat pada permukaan atas dan permukaan bawah daun. Diantara sel epidermis terdapat stomata yang berfungsi untuk pertukaran gas CO2 dan oksigen (O2) pada proses fotosintesis dan respirasi.
Diantara epidermis atas dan epidermis bawah daun terdapat jaringan mesofil. Pada tumbuhan dikotil jaringan mesofil terdiri atas jaringan palisade (jaringan tiang/jaringan pagar) dan jaringan spons (jaringanbunga karang). Pada jaringan palisade, setiap sel palisade mengandung banyak kloroplas yang berperan pada proses fotosintesis. Pada jaringan spons mengandung sel-sel yang bentuknya tidak teratur dan sel-selnya tidak rapat sehingga terdapat ruang-ruang antar sel. Jaringan spons mengandung lebih sedikit kloroplas dan berfungsi menampung CO2 untuk proses fotosintesis.
Pada tumbuhan monokotil tidak memiliki jaringan palisade, sehingga proses fotosintesis berlangsung pada sel-sel mesofil daun, karena di jaringan mesofil banyak ditemukan adanya klorofil.
Tumbuhan dapat melakukan fotosintesis karena mengandung plastida. Berdasarkan ada dan tidaknya zat warna, maka dibedakan atas : (a) Plasida tidak berwarna (leukoplas); (b) Plastida yang berwarna (kloroplas dan kromoplas). Plastida terpenting adalah kloroplas yang merupakan tempat berlangsungnya fotosintesis
Gambar 2. Struktur Kloroplas
Kloroplas mempunyai membran rangkap yang bersifat diferensial permeable . Didalam matrik kloroplas terdapat lembaran rangkap yang disebut tilakoid. Kumpulan tilakoid yang bertumpuk-tumpuk membentuk granum. Penangkapan cahaya berlangsung di dalam grana karena di grana inilah ditemukan klorofil. Fiksasi CO2 berlangsung di dalam stroma.
.
B. Mekanisme Proses Fotosintesis
Proses fotosintesis yang berlangsung didalam kloroplas dapat terjadi karena adanya cahaya yang disebut reaksi terang. Selain itu proses fotosintes dapat terjadi tanpa adanya cahaya yang disebut dengan reaksi gelap.
Gambar 3. Peristiwa Fotosintesis
Pada reaksi terang terjadi peristiwa pemecahan air dan penyerapan energi cahaya oleh klorofil. Pemecahan molekul air pada reaksi terang ini dikenal dengan fotolisis. Klorofil berperan sebagai penghantar energi cahaya menjadi energi kimia.
Pada tahap reaksi gelap terjadi fiksasi karbondioksida ke dalam daun (stroma) dengan bantuan enzim tertentu. Selanjutnya dengan bantuan energi dan ion hydrogen yang diperoleh pada reaksi terang dan karbondioksida yang telah diserap oleh daun akan dibentuk menjadi karbohidrat. Reaksi fotosintesis secara sederhana digambarkan sebagai berikut :
cahaya
6CO2 + 6H2O C6H12O6 + 6O2
Klorofil
Karbohidrat yang terbentuk dari hasil fotosintesis akan diedarkan keseluruh tubuh tumbuhan melalui floem. Karbohidrat diperlukan oleh mahkluk hidup sebagai sumber nutrisi untuk menghasilkan energi.
C. Fotosintesis Sebagai Sumber Energi Dan Penghasil Oksigen
Hasil fotosintesis yang berupa karbohidrat dimanfaatkan oleh tumbuhan sebagai sumber energi bagi mahkluk hidup. Karbohidrat melaui proses kimia dapat dibentuk lemak, protein dan bermacam-macam zat organik.
Selain menghasilkan karbohidrat , fotosintesis juga menghasilkan oksigen. Oksigen dikeluarkan melalui stomata ke udara bebas dan sebagian digunakan oleh tumbuhan sendiri untuk respirasi sel-sel di daun.
Oksigen hasil fotosintesis selain dibutuhkan oleh tumbuhan juga digunakan oleh semua organisme baik manusia, hewan maupun mikroba. Oksigen ini digunakan untuk respirasi yang dibutuhkan untuk oksidasi glukosa sehingga menghasilkan energi.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Fotosintesis
Pada dasarnya faktor yang mempengaruhi proses fotosintesis dikelompokkan atas faktor luar dan faktor dalam, yaitu:
Faktor Dalam :
a. Kandungan klorofil
Klorofil merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasilan tumbuhan dalam melakukan proses fotosintesis. Hal ini disebabkan pigmen ini secara langsung berperan pada penangkapan energi radiasi dan mengubahnya menjadi energi kimia, sehingga jumlahnya akan menentukan kecepatan fotosintesis.
b. Morfologi daun
Daun termasuk di dalamnya kerapatan tulang daun dan permukaan daun merupakan bagian yang banyak mengandung klorofil dan juga stomata sebagai tempat difusi C02 akan sangat menentukan laju fotosintesis.
c. Anatomi daun
Struktur anatomi mempengaruhi fotosintesis secara tidak langsung, karena mempengaruhi kecepatan difusi CO2 dan lewatnya cahaya pada mesofilnya.
II. Faktor Luar
a. Cahaya
Cahaya matahari diperlukan untuk proses fotosintesis, yaitu pada tahap reaksi terang. Pengaruh cahaya ini lewat intensitasnya, kualitasnya dan lama penyinaran. Secara tidak langsung pengaruh tersebut melaui membuka dan menutupnya stomata, sehingga mempengaruhi difusi CO2 untuk fotosintesis.
Pada dasarnya sampai intensitas tertentu, kenaikan intensitas akan menaikkan kecepatan fotosintesis. Penurunan fotosintesis pada intensitas tinggi, misalnya tumbuhan di bawah cahaya matahari yang terlalu terik, stomata akan menutup dan persediaan CO2 menurun. Selain itu intensitas cahaya yang terlalu tinggi dapat merusak klorofil.
b. Temperatur
Pada tahap reaksi gelap pada proses fotosintesis memerlukan adanya kerja enzim tertentu. Enzim merupakan protein yang dihasilkan sel yang mempengaruhi kecepatan reaksi tetapi tidak terlibat dalam reaksi. Kerja enzim dipengaruhi oleh suhu, sehingga keaktifan enzim dalam proses fotosintesis juga sangat dipengaruhi oleh suhu. Suhu yang sesuai untuk kerja enzim, maka proses fotosintesis juga akan berlangsung cepat sehingga laju fotosintesis juga meningkat.
Pada batas-batas tertentu, laju fotosintesis akan meningkat dengan kenaikan suhu, tetapi apabila suhu terlalu tinggi, maka enzim akan rusak sehingga proses fotosintesis akan terhenti.
c.Karbondioksida
Karbondioksida merupakan bahan dasar fotosintesis, sehingga ketersedian CO2 yang cukup akan meningkatkan kecepatan proses fotosintesis.
d. Air
Meskipun air merupakan bahan dasar untuk proses fotosintesis, tetapi pengaruhnya secar tidak langsung yaitu dalam membuka dan menutupnya stomata. Sebagai contoh tumbuhan hijau yang berada dalam lingkungan kekurangan air, selain daun-daunnya layu kekurangan air untuk mengurangi transpirasi yang berlebihan maka stomata cenderung menutup, akibatnya difusi CO2 berkurang dan laju fotosintesis juga turun.
e. Unsur Hara
Berbagai unsur hara mineral seperti magnesium (Mg), Nitrogen (N), besi (Fe) diperlukan untuk pembentukan klorofil dan koenzim berbagai enzim yang berperan dalam proses fotosintesis. Apabila tumbuhan hijau pada tempat yang kekurangan unsur hara mineral akan mengalami gangguan dalam pembentukan klorofil sehinga proses fotosintesis juga akan terganggu.
PUSTAKA
Alters, S. 1996. Biolology understanding Life. Second edition.Mosby-Year Book Inc. United States of America.
Campbell, Reece, Mitchell. 2000. Biologi. Jilid 2 Edisi Ke Lima. Penerbit Erlangga. Jakarta
Loveless, A.R. 1991. Prinsip-Prinsip Biologi Tumbuhan Untuk daerah Tropik (Terjemahan). PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Suwenda, I. 1986. Belajar mudah Biologi. Penerbit Pustaka. Bandung
Soal
1. Tumbuhan hijau berdasarkan cara mendapatkan nutrisi termasuk
a. Heterotropik b. Saprophitik
c. Autotropik d. Parasitik
2. Hasil dari proses fotosintesis adalah:
1. CO2
2. O2
3. Karbohydrat
3. Fotosintesa dapat terjadi dalam:
a. Seluruh tubuh tumbuhan b. Daun-daun saja
c. Bagian yang berhijau daun dari tumbuhan d. Urat daun
4. Reaksi gelap pada fotosintesis berlangsung tanpa:
a. CO2 b. Cahaya
c. H2O d. Klorofil
5. Aktivitas fotosintesis dapat diketahui dengan mengukur jumlah O2 yang
dikeluarkan tumbuhan setiap menitnya. Alasannya adalah karena O2:
a. Hasil utama fotosintesis
b. Hasil fotosintesis yang dapat langsung diukur
c. Dihasilkan secara teratur oleh tumbuhan
d. Zat yang dibutuhkan oleh setiap mahkluk hidup
6. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju fotosintesis, kecuali:
a. CO2 b. Suhu
c. Cahaya d. Oksigen
7. Bagian-bagian berikut terdapat di dalam kloroplas, kecuali:
a. Stroma b. Membran
c. Grana d. Nukleolus
8. Gerak tumbuhan disebabkan karena perubahan kadar air disebut
a. gerak nasti b. gerak taksis
c. gerak higroskopis d. gerak tropisme
9. Contoh gerak tumbuhan seismonasti adalah
a. gerak menutup daun Venus sp b. gerak menutup stomata
c. gerak benang sari menuju sel telur d. gerak menggulung daun rumput
10. Gerak pertumbuhan akar kecambah biji , disebut gerak
a. tropisme b. Fototropisme
c. geotropisme d. galvanotropisme
Kamis, 14 Oktober 2010
Pendidikan lingkungan Hidup
Pendidikan Lingkungan Hidup: Bukan untuk pembebanan baru bagi siswa
Manusia terdiri atas pikiran dan rasa dimana keduanya harus digunakan. Rasa menjadi penting digerakkan terlebih dahulu, karena seringkali dilupakan. Bagaimana memulai pendidikan lingkungan hidup? Pendidikan Lingkungan Hidup harus dimulai dari HATI. Tanpa sikap mental yang tepat, semua pengetahuan dan keterampilan yang diberikan hanya akan menjadi sampah semata.
Untuk membangkitkan kesadaran manusia terhadap lingkungan hidup di sekitarnya, proses yang paling penting dan harus dilakukan adalah dengan menyentuh hati. Jika proses penyadaran telah terjadi dan perubahan sikap dan pola pikir terhadap lingkungan telah terjadi, maka dapat dilakukan peningkatan pengetahuan dan pemahaman mengenai lingkungan hidup, serta peningkatan keterampilan dalam mengelola lingkungan hidup
Pendidikan Lingkungan Hidup: dalam buku catatan
Pada tahun 1986, pendidikan lingkungan hidup dan kependudukan dimasukkan ke dalam pendidikan formal dengan dibentuknya mata pelajaran ?Pendidikan kependudukan dan lingkungan hidup (PKLH)?. Depdikbud merasa perlu untuk mulai mengintegrasikan PKLH ke dalam semua mata pelajaran
Pada jenjang pendidikan dasar dan menegah (menengah umum dan kejuruan), penyampaian mata ajar tentang masalah kependudukan dan lingkungan hidup secara integratif dituangkan dalam sistem kurikulum tahun 1984 dengan memasukkan masalah-masalah kependudukan dan lingkungan hidup ke dalam hampir semua mata pelajaran. Sejak tahun 1989/1990 hingga saat ini berbagai pelatihan tentang lingkungan hidup telah diperkenalkan oleh Departemen Pendidikan Nasional bagi guru-guru SD, SMP dan SMA termasuk Sekolah Kejuruan.
Di tahun 1996 terbentuk Jaringan Pendidikan Lingkungan (JPL) antara LSM-LSM yang berminat dan menaruh perhatian terhadap pendidikan lingkungan. Hingga tahun 2004 tercatat 192 anggota JPL yang bergerak dalam pengembangan dan pelaksanaan pendidikan lingkungan.
Selain itu, terbit Memorandum Bersama antara Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dengan Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 0142/U/1996 dan No Kep: 89/MENLH/5/1996 tentang Pembinaan dan Pengembangan Pendidikan Lingkungan Hidup, tanggal 21 Mei 1996. Sejalan dengan itu, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Depdikbud juga terus mendorong pengembangan dan pemantapan pelaksanaan pendidikan lingkungan hidup di sekolah-sekolah antara lain melalui penataran guru, penggalakkan bulan bakti lingkungan, penyiapan Buku Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH) untuk Guru SD, SLTP, SMU dan SMK, program sekolah asri, dan lain-lain. Sementara itu, LSM maupun perguruan tinggi dalam mengembangkan pendidikan lingkungan hidup melalui kegiatan seminar, sararasehan, lokakarya, penataran guru, pengembangan sarana pendidikan seperti penyusunan modul-modul integrasi, buku-buku bacaan dan lain-lain.
Pada tanggal 5 Juli 2005, Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Pendidikan Nasional mengeluarkan SK bersama nomor: Kep No 07/MenLH/06/2005 No 05/VI/KB/2005 untuk pembinaan dan pengembangan pendidikan lingkungan hidup. Di dalam keputusan bersama ini, sangat ditekankan bahwa pendidikan lingkungan hidup dilakukan secara integrasi dengan mata ajaran yang telah ada.
Pendidikan Lingkungan Hidup: bahan dasar yang dilupakan
Salah satu puncak perkembangan pendidikan lingkungan adalah dirumuskannya tujuan pendidikan lingkungan hidup menurut UNCED adalah sebagai berikut:
Pendidikan lingkungan Hidup (environmental education - EE) adalah suatu proses untuk membangun populasi manusia di dunia yang sadar dan peduli terhadap lingkungan total (keseluruhan) dan segala masalah yang berkaitan dengannya, dan masyarakat yang memiliki pengetahuan, ketrampilan, sikap dan tingkah laku, motivasi serta komitmen untuk bekerja sama , baik secara individu maupun secara kolektif , untuk dapat memecahkan berbagai masalah lingkungan saat ini, dan mencegah timbulnya masalah baru [UN - Tbilisi, Georgia - USSR (1977) dalam Unesco, (1978)]
PLH memasukkan aspek afektif yaitu tingkah laku, nilai dan komitmen yang diperlukan untuk membangun masyarakat yang berkelanjutan (sustainable). Pencapaian tujuan afektif ini biasanya sukar dilakukan. Oleh karena itu, dalam pembelajaran guru perlu memasukkan metode-metode yang memungkinkan berlangsungnya klarifikasi dan internalisasi nilai-nilai. Dalam PLH perlu dimunculkan atau dijelaskan bahwa dalam kehidupan nyata memang selalu terdapat perbedaan nilai-nilai yang dianut oleh individu. Perbedaan nilai tersebut dapat mempersulit untuk derive the fact, serta dapat menimbulkan kontroversi/pertentangan pendapat. Oleh karena itu, PLH perlu memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun ketrampilan yang dapat meningkatkan ?kemampuan memecahkan masalah?.
Beberapa ketrampilan yang diperlukan untuk memecahkan masalah adalah sebagai berikut ini.
- Berkomunikasi: mendengarkan, berbicara di depan umum, menulis secara persuasive, desain grafis;
- Investigasi (investigation): merancang survey, studi pustaka, melakukan wawancara, menganalisa data;
- Ketrampilan bekerja dalam kelompok (group process): kepemimpinan, pengambilan keputusan dan kerjasama.
Pendidikan lingkungan hidup haruslah:
- Mempertimbangkan lingkungan sebagai suatu totalitas — alami dan buatan, bersifat teknologi dan sosial (ekonomi, politik, kultural, historis, moral, estetika);
- Merupakan suatu proses yang berjalan secara terus menerus dan sepanjang hidup, dimulai pada jaman pra sekolah, dan berlanjut ke tahap pendidikan formal maupun non formal;
- Mempunyai pendekatan yang sifatnya interdisipliner, dengan menarik/mengambil isi atau ciri spesifik dari masing-masing disiplin ilmu sehingga memungkinkan suatu pendekatan yang holistik dan perspektif yang seimbang.
- Meneliti (examine) issue lingkungan yang utama dari sudut pandang lokal, nasional, regional dan internasional, sehingga siswa dapat menerima insight mengenai kondisi lingkungan di wilayah geografis yang lain;
- Memberi tekanan pada situasi lingkungan saat ini dan situasi lingkungan yang potensial, dengan memasukkan pertimbangan perspektif historisnya;
- Mempromosikan nilai dan pentingnya kerjasama lokal, nasional dan internasional untuk mencegah dan memecahkan masalah-masalah lingkungan;
- Secara eksplisit mempertimbangkan/memperhitungkan aspek lingkungan dalam rencana pembangunan dan pertumbuhan;
- Memampukan peserta didik untuk mempunyai peran dalam merencanakan pengalaman belajar mereka, dan memberi kesempatan pada mereka untuk membuat keputusan dan menerima konsekuensi dari keputusan tersebut;
- Menghubungkan (relate) kepekaan kepada lingkungan, pengetahuan, ketrampilan untuk memecahkan masalah dan klarifikasi nilai pada setiap tahap umur, tetapi bagi umur muda (tahun-tahun pertama) diberikan tekanan yang khusus terhadap kepekaan lingkungan terhadap lingkungan tempat mereka hidup;
- Membantu peserta didik untuk menemukan (discover), gejala-gejala dan penyebab dari masalah lingkungan;
- Memberi tekanan mengenai kompleksitas masalah lingkungan, sehingga diperlukan kemampuan untuk berfikir secara kritis dengan ketrampilan untuk memecahkan masalah.
- Memanfaatkan beraneka ragam situasi pembelajaran (learning environment) dan berbagai pendekatan dalam pembelajaran mengenai dan dari lingkungan dengan tekanan yang kuat pada kegiatan-kegiatan yang sifatnya praktis dan memberikan pengalaman secara langsung (first - hand experience).
Karena langsung mengkaji masalah yang nyata, PLH dapat mempermudah pencapaian ketrampilan tingkat tinggi (higher order skill) seperti :
1. berfikir kritis
2. berfikir kreatif
3. berfikir secara integratif
4. memecahkan masalah.
Persoalan lingkungan hidup merupakan persoalan yang bersifat sistemik, kompleks, serta memiliki cakupan yang luas. Oleh sebab itu, materi atau isu yang diangkat dalam penyelenggaraan kegiatan pendidikan lingkungan hidup juga sangat beragam. Sesuai dengan kesepakatan nasional tentang Pembangunan Berkelanjutan yang ditetapkan dalam Indonesian Summit on Sustainable Development (ISSD) di Yogyakarta pada tanggal 21 Januari 2004, telah ditetapkan 3 (tiga) pilar pembangunan berkelanjutan yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Ketiga pilar tersebut merupakan satu kesatuan yang bersifat saling ketergantungan dan saling memperkuat. Adapun inti dari masing-masing pilar adalah :
- Pilar Ekonomi: menekankan pada perubahan sistem ekonomi agar semakin ramah terhadap lingkungan hidup sesuai dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. Isu atau materi yang berkaitan adalah: Pola konsumsi dan produksi, Teknologi bersih, Pendanaan/pembiayaan, Kemitraan usaha, Pertanian, Kehutanan, Perikanan, Pertambangan, Industri, dan Perdagangan
- Pilar Sosial: menekankan pada upaya-upaya pemberdayaan masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Isu atau materi yang berkaitan adalah: Kemiskinan, Kesehatan, Pendidikan, Kearifan/budaya lokal, Masyarakat pedesaan, Masyarakat perkotaan, Masyarakat terasing/terpencil, Kepemerintahan/kelembagaan yang baik, dan Hukum dan pengawasan
- Pilar Lingkungan: menekankan pada pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan yang berkelanjutan. Isu atau materi yang berkaitan adalah: Pengelolaan sumberdaya air, Pengelolaan sumberdaya lahan, Pengelolaan sumberdaya udara, Pengelolaan sumberdaya laut dan pesisir, Energi dan sumberdaya mineral, Konservasi satwa/tumbuhan langka, Keanekaragaman hayati, dan Penataan ruang
Kesadaran subyektif dan kemampuan obyektif adalah suatu fungsi dialektis yang ajeg (constant) dalam diri manusia dalam hubungannya dengan kenyataan yang saling bertentangan yang harus dipahaminya. Memandang kedua fungsi ini tanpa dialektika semacam itu, bisa menjebak kita ke dalam kerancuan berfikir. Obyektivitas pada pengertian si penindas bisa saja berarti subyektivitas pada pengertian si tertindas, dan sebaliknya. Jadi hubungan dialek tersebut tidak berarti persoalan mana yang lebih benar atau yang lebih salah. Oleh karena itu, pendidikan harus melibatkan tiga unsur sekaligus dalam hubungan dialektisnya yang ajeg, yakni: Pengajar, Pelajar atau anak didik, dan Realitas dunia. Yang pertama dan kedua adalah subyek yang sadar (cognitive), sementara yang ketiga adalah obyek yang tersadari atau disadari (cognizable). Hubungan dialektis semacam inilah yang tidak terdapat pada sistem pendidikan mapan selama ini.
Dengan kata lain, langkah awal yang paling menentukan dalam upaya pendidikan pembebasannya Freire yakni suatu proses yang terus menerus, suatu ?commencement?, yang selalu ?mulai dan mulai lagi?, maka proses penyadaran akan selalu ada dan merupakan proses yang sebati (in erent) dalam keseluruhan proses pendidikan itu sendiri. Maka, proses penyadaran merupakan proses inti atau hakikat dari proses pendidikan itu sendiri. Dunia kesadaran seseorang memang tidak boleh berhenti, mandeg, ia senantiasa harus terus berproses, berkembang dan meluas, dari satu tahap ke tahap berikutnya, dari tingkat ?kesadaran naif? sampai ke tingkat ?kesadaran kritis?, sampai akhirnya mencapai tingkat kesadaran tertinggi dan terdalam, yakni ?kesadarannya kesadaran? (the consice of the consciousness).
Joseph Cornell, seorang pendidik alam (nature educator) yang terkenal dengan permainan di alam yang dikembangkannya sangat memahami psikologi ini. Sekitar tahun 1979 ia mengembangkan konsep belajar beralur (flow learning).
Berbagai kegiatan atau permainan disusun sedemikian rupa untuk menyingkronkan proses belajar di dalam pikiran, rasa, dan gerak. Ia merancang sedemikian rupa agar kondisi emosi anak dalam keadaan sebaik-baiknya pada saat menerima hal-hal yang penting dalam belajar.
Aspek-aspek yang perlu diperhatikan adalah:
- Aspek afektif: perasaan nyaman, senang, bersemangat, kagum, puas, dan bangga
- Aspek kognitif: proses pemahanan, dan menjaga keseimbangan aspek-aspek yang lain
- Aspek sosial: perasaan diterima dalam kelompok
- Aspek sensorik dan monotorik: bergerak dan merasakan melalui indera, melibatkan peserta sebanyak mungkin
- Aspek lingkungan: suasanan ruang atau lingkungan
Pendidikan Lingkungan Hidup: terjerumus di jurang pembebanan baru
Pendidikan saat ini telah menjadi sebuah industri. Bukan lagi sebagai sebuah upaya pembangkitan kesadaran kritis. Hal ini mengakibatkan terjadinya praktek jual-beli gelar, jual-beli ijasah hingga jual-beli nilai. Belum lagi diakibatkan kurangnya dukungan pemerintah terhadap kebutuhan tempat belajar, telah menjadikan tumbuhnya bisnis-bisnis pendidikan yang mau tidak mau semakin membuat rakyat yang tidak mampu semakin terpuruk. Pendidikan hanyalah bagi mereka yang telah memiliki ekonomi yang kuat, sedangkan bagi kalangan miskin, pendidikan hanyalah sebuah mimpi.
Dunia pendidikan sebagai ruang bagi peningkatan kapasitas anak bangsa haruslah dimulai dengan sebuah cara pandang bahwa pendidikan adalah bagian untuk mengembangkan potensi, daya pikir dan daya nalar serta pengembangan kreatifitas yang dimiliki. Sistem pendidikan yang mengebiri ketiga hal tersebut hanyalah akan menciptakan keterpurukan sumberdaya manusia yang dimiliki bangsa ini yang hanya akan menjadikan
Pada dua tahun terakhir, PLH di Kalimantan Timur sangatlah berjalan perlahan ditengah hiruk pikuk penghabisan kekayaan alam Kaltim. Inisiatif-inisiatif baru bermunculan. Kota Balikpapan memulai, dengan dibantu oleh Program Kerjasama Internasional, lahirlah kurikulum pendidikan kebersihan dan lingkungan yang menjadi salah satu muatan lokal. Diikuti kemudian oleh Kabupaten Nunukan. Sementara saat ini sedang dalam proses adalah Kota Samarinda, Kabupaten Malinau dan Kota Tarakan. Kesemua wilayah ini terdorong ke arah ?jurang? hadirnya muatan lokal beraroma pendidikan lingkungan hidup.
Tak ada yang salah dengan muatan lokal. Namun sangat disayangkan dalam proses-proses yang dilakukan sangat meninggalkan prinsip-prinsip dari Pendidikan Lingkungan Hidup itu sendiri. Nuansa hasil yang berwujud (buku, modul, kurikulum), sangat terasa dalam setiap aktivitas pembuatannya. Perangkat-perangkat pendukung masih sangat jauh mengikutinya.
Pendidikan Lingkungan Hidup hari ini, bisa jadi mengulang pada kejadian beberapa tahun yang lalu, ketika PKLH mulai diluncurkan. Statis, monolitik, membunuh kreatifitas. Prasyarat yang belum mencukupi yang kemudian dipaksakan, berakhir pada frustasi berkelanjutan.
Sangat penting dipahami, bahwa pola Cara Belajar Siswa Aktif, Kurikulum Berbasis Kompetensi, dan berbagai teknologi pendidikan lainnya yang dikembangkan, kesemuanya bermuara pada kapasitas seorang guru. Kemampuan berekspresi dan berkreasi sangat dibutuhkan dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Bila tidak, lupakanlah.
Demikian pula dengan PLH, sangat dibutuhkan kapasitas guru yang mampu membangitkan kesadaran kritis. Bukan sekedar untuk memicu kreatifitas siswa. Kesadaran kritis inilah yang akhirnya akan tereliminasi disaat PLH diperangkap dalam kurikulum muatan lokal. Siswa akan kembali berada dalam ruang statis, mengejar nilai semu, dan memperoleh pembebanan baru.
Pendidikan Lingkungan Hidup: duduk, diam, dan bercerminlah
Sejak 2001, disaat pertama kali kawan-kawan pegiat PLH di Kaltim berkumpul, telah lahir berbagai gagasan dan agenda yang harus diselesaikan. Namun karena bukan menjadi PRIORITAS, maka hal ini menjadi bagian yang dilupakan.
Di tahun 2005 ini, geliat PLH masih bergerak-gerak ditempat. Bagi yang memiliki dana, muatan lokal menjadi sebuah pilihan, karena akan lebih mudah mengukur indikator keberhasilannya. Bagi yang tidak memiliki dana, mencoba tertatih-tatih di ruang sempit untuk tetap berjalan sesuai dengan cita-cita sebenarnya dari PLH, yaitu membangun generasi yang memiliki KESADARAN KRITIS sampai akhirnya mencapai tingkat kesadaran tertinggi dan terdalam, yakni ?KESADARANNYA KESADARAN?.
Kepentingan untuk PERCEPATAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP, haruslah dimaknai bukan untuk mengELIMINASI pondasi dasar PLH. Tidak kokohnya pondasi akan mengakibatkan kehancuran sebuah bangunan, semewah apapun ia. Kehausan akan target proyek, capaian indikator, pekerjaan, hanya akan menjadikan PLH sebagai sebuah obyek mainan baru, bukan lagi sebagai sebuah nilai yang sedang dibangun bagi generasi kemudian negeri ini.
BERCERMINLAH untuk sekedar meREFLEKSIkan diri. Ini yang penting dilakukan oleh pegiat PLH. Bukan untuk berlari mengejar ketertinggalan. Tidak harus cepat mencapai garis akhir. Berjalan perlahan dengan semangat kebersamaan akan lebih menghasilkan nilai yang tertancap pada ruang yang terdalam di diri. APAKAH YANG SEDANG KITA LAKUKAN HANYA AKAN MENJADI PEMBEBANAN BARU BAGI GENERASI KEMUDIAN?
Selasa, 28 April 2009
modul biologi
RUANG LINGKUP BIOLOGI
Mata Pelajaran : Biologi
K e l a s : X
Nomor Modul : Bio.X.02
Penulis : Dedi farid kurniawan, S.Pd.
Kegiatan Belajar 1: OBJEK DAN RAGAM PERSOALAN BIOLOGI DARI
BERBAGAI TINGKAT ORGANISASI KEHIDUPAN
Petunjuk
Uraian Materi
A. Organisasi Kehidupan Tingkat Molekul dan Sel
B. Organisasi Kehidupan Tingkat Jaringan dan Organ
C. Organisasi Kehidupan Tingkat Individu dan Populasi
D. Organisasi Kehidupan Tingkat Ekosistem dan Bioma
Uji Kompetensi 1
Kegiatan Belajar 2: CABANG-CABANG BIOLOGI DAN PEMANFAATANNYA
BAGI MANUSIA SERTA LINGKUNGANNYA
Petunjuk
Uraian Materi
B. Pemanfaatan Biologi bagi Manusia dan Lingkungannya
1. Pemanfaatan Biologi dalam bidang Kedokteran
2. Pemanfaatan Biolagi dalam bidang Pertanian
3. Pemanfaatan Biolagi dalam bidang Peternakan
4. Pemanfaatan Biolagi dalam bidang Perikanan
5. Pemanfaatan Biolagi dalam bidang Industri
Uji Kompetensi 2
Penutup
Daftar Istilah
Uji Kegiatan
Daftar Kutipan
PENDAHULUAN
Selamat atas keberhasilan Anda menyelesaikan modul Penelitian Ilmiah dalam Biologi. Kini kita berjumpa lagi pada modul Biologi selanjutnya, yang berjudul Ruang Lingkup Biologi. Modul ini meliputi ruang lingkup Biologi, manfaat, dan bahayanya. Sebagai bagian dari IPA, kajian Biologi sangatlah luas dan beragam, mencakup segala sesuatu mengenai peri kehidupan makhluk hidup, mulai dari lingkup yang paling kecil yaitu tingkat molekuler hingga lingkup bioma di permukaan bumi. Setelah mempelajari modul ini, diharapkan Anda tidak lagi menganggap Biologi sebagai pelajaran hafalan, tetapi sebagai pelajaran yang dapat membangun intelektual serta memperluas wawasan Anda.
Sebelum Anda mulai mempelajarinya terdapat beberapa hal yang perlu Anda ketahui. Modul ini terdiri dari 2 kegiatan belajar, dan waktu yang diperlukan untuk mempelajarinya adalah 24 jam pelajaran. Kegiatan Belajar 1, membahas Objek dan Ragam Persoalan Biologi dari Berbagai Tingkat Organisasi Kehidupan. Kegiatan Belajar 2, membahas Cabang-cabang Biologi dan Pemanfaatannya bagi Manusia serta Lingkungannya. Setelah mempelajari modul ini diharapkan Anda mampu memahami hakikat Biologi sebagai ilmu serta menemukan objek dan ragam persoalan dari berbagai tingkat organisasi kehidupan yang ada di lingkungan sekitar.
Dalam modul ini akan Anda jumpai pertanyaan-pertanyaan, kerja ilmiah (kegiatan praktikum) maupun Studi Pustaka yang harus Anda kerjakan agar Anda dapat mencapai kompetensi yang diharapkan dengan baik. Pada setiap akhir kegiatan belajar terdapat Uji Kompetensi yang harus Anda kerjakan sebelum melanjutkan ke kegiatan berikutnya.
Untuk mengetahui keberhasilan Anda dalam mempelajari modul ini, Anda harus mengerjakan Uji Kompetensi Akhir Modul. Uji Kompetensi Akhir Modul tersebut dapat Anda minta kepada Guru Bina Biologi sebelum Anda melanjutkan ke modul Biologi berikutnya. Sekarang marilah kita mulai mempelajarinya. Selamat belajar dan Semoga Anda mencapai hasil yang baik.
KEGIATAN BELAJAR 1
OBJEK DAN RAGAM PERSOALAN BIOLOGI DARI BERBAGAI TINGKAT ORGANISASI DAN KEHIDUPAN.
TUJUAN :
Setelah mempelajari kegiatan ini anda diharapkan dapat :
Mendeskripsikan objek-objek persoalan dan biologi pada tingkat molekul, sel, jaringan, organ, individu, populasi, ekosistem danbioma.
Uraian
Anda tentu telah mengetahui bahwa Biologi adalah cabang IPA yang khusus mempelajari makhluk hidup dan gejala kehidupannya. Kajian atau bahasan dalam Biologi sangatlah luas, meliputi seluruh makhluk hidup, baik yang uniseluler maupun yang multiseluler, baik yang hidup di darat, di laut, di udara, maupun di dalam tanah. Singkatnya segala sesuatu yang memiliki “hidup” menjadi bahan kajian biologi.
Objek atau kajian dalam biologi yang sangat luas atau beragam itu kini telah dikelompokkan atau diklasifikasikan oleh para ahli Biologi menjadi 5 Kingdom (Animalia, Plantae, Fungi, Protista, dan Monera). Selain kelima kingdom tersebut ada satu objek lain yang juga dikaji dalam Biologi, yaitu Virus. Virus dipisahkan dari kelima kingdom karena tubuh virus tidak tersusun oleh sel melainkan oleh asam nukleat yang diselubungi protein dan belum merupakan sel. Sedangkan kelima kingdom tubuhnya sudah berupa sel (bagi organisme uniseluler) ataupun tersusun atas banyak sel (bagi organisme multiseluler).
Kelima kingdom diklasifikasikan berdasarkan karakteristik yang khas dari masing-masing organisme-organisme yang menyusunnya. Pengelompokkan ini sesuai dengan sistem klasifikasi yang dikemukakan oleh Robert H. B. Whittaker pada tahun 1969. Perhatikan Tabel 1 berikut mengenai Klasifikasi Makhluk Hidup menurut Whittaker.
| |
Tabel 1. Klasifikasi mahluk hidup menurut Robert H. B. Whittaker
Bahkan dalam perkembangan terakhir, dunia makhluk hidup diklasifikasikan menjadi 6 kingdom (kerajaan) yaitu: Plantae, Animalium, Fungi, Protista, Archaebacteria, dan Eubacteria.
Objek-objek kajian tersebut selanjutnya semakin berkembang seiring dengan kemajuan IPTEK, sehingga kajian masing-masing objek semakin kompleks atau rumit. Adapun kajian tersebut meliputi berbagai tema persoalan biologi antara lain menurut Biological Science Curriculum Study (B.S.C.S.), 1996 adalah sebagai berikut:
- Evolusi: bentuk-bentuk dan hasil-hasil perubahan.
- Interaksi dan saling ketergantungan.
- Genetika berkelanjutan.
- Pemeliharaan dari suatu keseimbangan yang dinamis.
- Pertumbuhan, perkembangan dan diferensiasi.
- Energi, materi dan organisasi.
- Ilmu Pengetahuan Alam, Teknologi dan Masyarakat.
Untuk memudahkan mempelajari tema tersebut ataupun melandasi suatu penelitian, objek-objek tersebut dipilah-pilah menurut tingkatan-tingkatan yaitu mulai dari tingkatan molekuler, sel, jaringan, organ, individu, populasi, komunitas, ekosistem, hingga tingkatan bioma, dimana antar tingkatan tersebut saling berhubungan. Coba perhatikan gambar berikut ini:
|
|
Gambar 1. Ruang Lingkup Biologi
Senin, 29 Desember 2008
RPP BIOLOGI KELAS X SMA NEGERI 6 KOTA CIMAHI
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
A. Identitas
Nama Sekolah : SMA Negeri 6 Cimahi
Mata Pelajaran : Biologi
Kelas/ Semester/ Tahun : X / I / 2008-2009
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit
Standar Kompetensi :Memahami prinsip-prinsip pengelompokan makhluk
hidup
Kompetensi Dasar :Mendeskripsikan cirri-ciri, replikasi dan peran Virus
dalam kehidupan
Indikator :
1. Tatap Muka
1.1. Mengidentifikasi cirri-ciri virus
1.2. Menjelaskan cara hidup virus dan cara replikasi virus
1.3. Membedakan struktur virus dengan makhluk lainnya
1.4. Menggambarkan struktur tubuh virus
2. Tugas Terstruktur
2.1.Mengkomunikasikanstrukturvirus,membandingkanny
a dengan makhluk Hidup lain yang seluler
prokariotik, seluler eukariotik dan multiseluler
2.2 Mengidentifikasi peran virus yang menguntungkan
ataupun merugikan bagi kehidupan dari berbagai
sumber media/ buku melalui penugasan
3. Tugas Mandiri Tidak Terstruktur
3.1. Membuat gambar struktur tubuh virus dan kartu
puzzle melalui kerja kerja kelompok
3.2. Membuat laporan hasil identifikasi cara-cara
menghindari bahaya virus Seperti influenza, AIDS,
hepatitis, flu burung dll. Melalui studi literature Atau
kegiatan observasi lapangan ke puskesmas/ klinik
melalui penugasan kelompok.
B. Tujuan Pembelajaran
1.1. Siswa mampu menjelaskan cirri-ciri virus
1.2. Siswa dapat mendeskripsikan cara replikasi virus
1.3. Siswa mampu membedakan struktur virus dengan makhluk lainnya
1.4. Siswa mampu menyebutkan bagian-bagian tubuh virus
C. Materi Ajar (Materi pokok)
1.1 Ciri-ciri virus : tubuh 200-300 mm, mengandung AND/ ARN saja
Bentuk : bola, polihidris, silindris, kotak, tabung
Sifat : metaorganisrat (Peralihan )
1.2 Replikasi virus
1.2.1 Daur litik : Fase Adsorpsi, Penetrasi, Sintetis, Eklifase, Fase lisis
1.2.2 Daur lisogenik : Fase Adsorpsi, Fase Penggabungan, Fase pembelahan
1.3 Membedakan struktur virus dengan lainnya
1.4 Struktur Tubuh Virus
D. Metode Pembelajaran
1.1 Diskusi Informasi
1.2 Inquairi
1.3 Penugasan
1.4 Tanya – jawab
E. Kegiatan Pembelajaran
1.1 Pendahuluan
1.1.1. Orientasi :
Memberikan contoh-contoh penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus
1.1.2. Apersepsi :
1.1.3. Motivasi : Mengenal peranan virus dalam kehidupan
1.2 Kegiatan Inti
1.2.1. Diskusi informasi tentang sifat hidup, cirri-ciri virus dan Replikasi virus
(Daur litik dan lisogenik) dari kajian lite ratur.
1.2.2 Membuat tabel perbedaan antara tubuh virus, sel tumbuhan dan sel hewan
1.2.3 Menggambar struktur virus, memberi keterangan gambar
1.3 Tugas Mandiri Terstruktur
1.3.1. Mengkomunikasikan struktur virus, membandingkannya dengan
makhluk hidup lain yang seluler prokariotik, seluler Eukariotik dan
multiseluler.
1.3.2 Mengidentifikasi peran virus yang menguntungkan ataupun merugikan bagi kehidupan dari berbagai sumber media/buku melalui penugasan.
1.4 Penutup/ Kegiatan Akhir
1.4.1. Tugas Mandiri Tidak Terstruktur
1.4.1.1. Membuat gambar struktur tubuh virus dan kartu Puzzle melaui
kerja kelompok.
1.4.2. Membuat laporan hasil identifikasi cara-cara menghindari bahaya virus
seperti influenza, AIDS, hepatitis, flu burung dll, melalui studi literatur atau
kegiatan observasi lapangan ke puskesmas/ klinik melalui penugasan
kelompok.
F. Sumber Belajar
1.1. Alat / bahan:
1.1.1 Alat : Papan Tulis, kapur
1.1.2 Bahan : Charta, Kartu Puzzle
1.2. Sumber Belajar : Buku Paket Biologi Kelas X, Ganesca Exact
G. Penilaian
1.1. Teknik Penilaian dan Bentuk Instrumen
1.1.1. Teknik / Jenis : Test Tertulis : PG Penugasan
1.1.2. Bentuk Instrumen : PG, Tugas Terstruktur dan Mandiri Tidak
Ter struktur
1.1.3. Instrumen / Soal : Terlampir
1.2. Penilaian
1.2.1 Perhitungan Nilai
1.2.1.1 Skala Nilai Akhir :
1.2.1.2 Rumus Nilai : Jumlah yang betul x 100 dibagi jumlah seluruh
soal
Penanggung Jawab Cimahi, 1 Desember 2008
Pemenuhan Standar Proses Ketua MGMP SMA Negeri 6 Cimahi
Drs. MASKUR, M.M. TINA MARTINA, S.Pd.
Nip : 130 929 376 Nip : 480 192 258
Mengetahui,
Kepala SMA Negeri 6 Cimahi
DRS. YAYAT HIDAYAT
Nip ; 131 628 411
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
| A | Identitas Nama Sekolah : SMA Negeri 6 Cimahi Mata Pelajaran : Biologi Kelas/ Semester/Tahun : X / I / 2008-2009 Pertemuan : Standar Kompetensi : Memahami prinsip-prinsip pengelompokan makhluk hidup Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan cirri-ciri Archaeobacteria dan Eubacteria dan peranannya dalam kehidupan 1.1.Ciri-ciri Archaebacteria dan Eubacteria : Uniseluler, prokariotik 1.2.Perkembangbiakan Archaebacteria dan Eubacteria dengan cara membelah diri 1.3.Peranan Archaebacteria dan Eubacteria dalam kehidupan Indikator : 1. Tatap Muka 1.1. Membedakan cirri-ciri Archaebacteria dan Eubacteria 1.2. Menjelaskan berbagai macam sifat hidup pada bakteri 1.3. Menggambarkan struktur tubuh bakteri dan menunjukkan bagian tubuh bakteri 1.4. Mengkomunikasikan bentuk-bentuk bakteri berdasarkan letak flagel dan bentuk tubuhnya 1.5. Menjelaskan cara perkembangbiakan bakteri secara aseksual dan seksual 1.6 Peranan bakteri yang menguntungkan / merugikan dalam kehidupan 1.7 Membuat Charta perkembangbiakan bakteri Tabel peranan bakteri 1.8 Mengkomunikasikan proses pembuatan yogurt 2. Tugas Terstruktur 2.1. Membuat sketsa gambar struktur tubuh bakteri dan menunjukkan bagian dalam tubuhnya 2.2. Membuat carta tahapan perkembangbiakan bakteri dan menyusun tabel peranan bakteri melalui kerja kelompok 3. Tugas Mandiri Tidak Terstruktur 3.1. Membuat laporan studi literatur tentang cirri- ciri koloni struktur tubuh bakteri dan berbagai jenis bakteri berdasarkan bentuknya. 3.2. Membuat laporan observasi tentang pembuatan yogurt dan membuat laporan hasil pengamatan
Alokasi Waktu : 2 X 45 menit |
| B | Tujuan Pembelajaran Siswa mampu membedakan cirri-ciri Archebacteria dan Eubacteria 1.2. Siswa mampu menjelaskan berbagai macam sifat hidup pada bakteri 1.3. Siswa mampu menggambarkan struktur tubuh bakteri dan menunjukkan bagian tubuh bakteri 1.4. Siswa mampu menjelaskan bentuk-bentuk bakteri berdasarkan letak flagel dan bentuk tubuhnya 1.5. Siswa dapat mendeskripsikan cara perkembangbiakan bakteri secara aseksual dan seksual serta dapat menyebutkan peranan bakteri 1.6. Siswa mampu membuat charta perkembangbiakan bakteri dan tabel peranan bakteri 1.7. Siswa mampu menjelaskan proses pembuatan yogurt |
| C | Materi Ajar (Materi pokok) 1.1. Membuat laporan studi literatur tentang cirri-ciri koloni struktur tubuh bakteri dan berbagai jenis bakteri berdasarkan bentuknya. 1.2. Membuat laporan observasi tentang pembuatan yogurt dan membuat lain pengamatan |
| D | Metode Pembela 1.1. Diskusi – Informasi 1.2. Penugasan 1.3. Pembelajaran 1.4. Tanya-jawab |
| E | Kegiatan Pembelajaran Langkah-langkah Pembelajaran 1.1. Pendahuluan 1.1.1. Prasarat : Mengetahui cirri-ciri Archaebacteria dan Eubacteria 1.1.2. Motivasi : Apakah bakteri termasuk tumbuhan atau hewan ? 1.1.3. Orientasi : Memberikan contoh-contoh penyakit yang disebabkan bakteri 2.1. Kegiatan Inti 2.2.1.Diskusi Informasi tentang cirri-ciri Archebacteria dan Eubacteria 2.2.2.Membuat Sketsa gambar struktur tubuh bakteri 2.2.3.Melakukan kajian literatur tentang perkembangbiakan bakteri serta peranan bakteri dalam kehidupan 2.3. Tugas Terstruktur 2.3.1. Membuat sketsa gambar struktur tubuh bakteri dan menujukkan bagian dalam tubuhnya 2.3.2. Membuat carta tahapan perkembangbiakan bakteri dan menyusun tabel peranan bakteri melalui kerja kelompok. 3.1. Penutup / Kegiatan Akhir 3.1.1. Tugas Mandiri Tidak Terstruktur
3.1.1.1. Membuat laporan studi literatur tentang cirri-ciri koloni struktur tubuh bakteri dan berbagai jenis bakteri berdasarkan bentuknya.. 3.1.1.2. Membuat laporan observasi tentang pembuatan yogurt Dan Membuat laporan hasil pengamatannya |
| F | Sumber Belajar 1. Alat : Mikroskop 2. Bahan : Charta, Sketsa gambar bakteri 3. Sumber Belajar : Buku paket Biologi Kelas X, Ganesca Exact Lks Buku lain yang relevan |
| G | Penilaian 1. Teknik Penilaian dan Bentuk Instrumen 1.1. Teknik / jenis : Tertulis, PG, Unjuk kerja 1.2. Bentuk Instrumen : PG, Tugas Terstruktur, Tugas Tidak Terstruktur 1.3. Instrumen / Soal : Terlampir 2. Perhitungan Nilai 2.1. Skala Nilai Akhir : 2.2. Rumus Nilai : Jumlah yang benar dibagi jumlah seluruh soal |
| | Penanggung Jawab Cimahi, 1 Desember 2008 Pemenuhan Standar Proses Ketua MGMP SMA Negeri 6 Cimahi Drs. MASKUR, M.M. TINA MARTINA, S.Pd. Nip : 130 929 376 Nip : 480 192 258 Mengetahui, Kepala SMA Negeri 6 Cimahi DRS. YAYAT HIDAYAT Nip ; 131 628 411 |
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
| A | Identitas Nama Sekolah : SMA Negeri 6 Cimahi Mata Pelajaran : Biologi Kelas / Semester / Tahun : X / I / 2008-2009 Standar Kompetensi : Memahami prinsip-prinsip pengelompokan makhluk hidup Kompetensi Dasar : Menyajikan cirri-ciri umum filum dalam kingdom protista dan peranannya bagi kehidupan. Indikator : 1. Tatap Muka 1.1. Mendeskripsikan cirri-ciri umum protista berdasarkan pengamatan 1.2. Menjelaskan dasar pengelompokan organisme protista mirip hewan, mirip tumbuhan, dan mirip jamur. 1.3. Mengidentifikasi golongan protozoa, alga, dan protista mirip jamur ber Dasarkan cirri khas dari masing-masing kelas. 1.4. Membedakan organisme protista mirip jamur, mirip tumbuhan, dan mirip hewan berdasarkan pengamatan. 1.5. Memberikan contoh organisme dari setiap golongan anggota protista mirip hewan, mirip tumbuhan, dan mirip jamur. 2. Tugas Terstruktur 2.1. Melakukan kajian literatur menemukan cirri-ciri umum protista dan berbagai golongannya (mirip jamur, mirip tumbuhan, mirip hewan) melalui kerja kelompok. Membuat tabel perbedaan cirri berbagai golongan anggota Protista untuk membandingkan perbedaan berbagai jenis organisme golongan Protista. 2.2. Membuat daftar perkembangbiakan organisme Protista dari berbagai golongan secara aseksual berdasarkan kajian literatur 2.3. Melakukan studi literatur untuk menemukan alur perkembangbiakan Plasmodium dalam siklus malaria. 2.4. Berlatih mencari sumber cahaya yang dapat masuk ke mikroskop dengan cara mengubah posisi cermin mikroskop. Berlatih memfokuskan bayangan objek pada lensa okuler dengan cara Memutar tombol focus yang terdapat pada samping mikroskop. 2.5. Menggambar bentuk-bentuk anggota Protista dan menyebutkan bagian Dalam tubuh anggota Protista tersebut berdasarkan pengamatan langsung dengan bantuan mikroskop. 3. Tugas Mandiri Tidak Terstruktur 3.1. Melakukan kajian literatur untuk menemukan contoh organisme dari setiap Golongan anggota Protista 3.2. Membuat charta cara-cara perkembangbiakan organisme protista dari ber - Bagai golongan baik secara seksual maupun aseksual 3.3. Menyusun dan mempresentasikan laporan ilmiah tentang protista yang me- nguntungkan dan merugikan bagi kehidupan. 3.4. Membuat laporan hasil pengamatan 3.5. Membuat laporan praktikum (pengamatan anggota protista) Alokasi Waktu : 2 X 45 menit
|
| B | Tujuan Pembelajaran 1. Tujuan Pembelajaran 1.1. Setelah berdiskusi siswa mampu menyajikan cirri-ciri umum protista 1.2. Setelah berdiskusi siswa mampu menjelaskan dasar pengelompokan protista 1.3. Setelah melakukan kajian literatur siswa mampu menjelaskan cirri-ciri protozoa 1.4. Siswa mampu menjelaskan perbedaan protozoa, alga, dan protista mirip jamur 1.5. Siswa mampu memberi contoh organisme dari setiap protista dengan mengamati gambar.
|
| C | Materi pembelajaran 2. Materi Ajar ( Materi Pokok) 2.1. Ciri-ciri umum protista : Eukariotik, Uniseluler, Soliter atau berkoloni 2.2. Dasar pengelompokkan protista : mirip hewan, mirip tumbuhan, dan Mirip jamur 2.3. cirri-ciri protozoa, cirri-ciri alga, dan cirri-ciri protista mirip jamur 2.4. Perbedaan protozoa, alga dan protista mirip jamur 2.5. Contoh protista mirip hewan : Amoeba Contoh protista mirip tumbuhan : Chlorella Contoh protista mirip jamur : Phytophthora
|
| D | Metode Pembelajaran 3.1. Diskusi-informasi 3.2. Pembelajaran 3.3. Eksperimen
|
| E | Kegiatan Pembelajaran 4. Langkah-langkah Pembelajaran 4.1. Pendahuluan 4.1.1. Prasarat : mengetahui sifat makhluk hidup mikroskopis 4.1.2. Motivasi : apakah protista bisa dilihat dengan mata telanjang 4.1.3. Apresepsi : termasuk hewan atau tumbuhan kah protista itu 4.2. Kegiatan Inti 4.2.1. Diskusi dalam kelompok untuk menentukan cirri-ciri umum dari Protista dan dasar pengelompokan protista. 4.2.2. Melakukan kajian literatur tentang cirri-ciri protozoa, alga, dan protista mirip jamur dan perbedaan protista 4.2.3. Melakukan kajian literature untuk menentukan contoh-contoh protista ( Tugas Mandiri) 4.3. Tugas Terstruktur 4.3.1. Melakukan kajian literature menentukan cirri-ciri umum protista dan berbagai golongannya (mirip jamur, mirip alga, mirip hewan)melalui kerja kelompok. Membuat tabel perbedaan cirri berbagai golongan anggota protista un- tuk membandingkan perbedaan berbagai jenis organisme golongan Protista. 4.3.2. Membuat daftar perkembangbiakan organisme protista dari berbagai golongan secara aseksual berdasarkan kajian literature. 4.3.3. Melakukan studi literature untuk menemukan alur perkembangbiakan Plasmodium dalam siklus malaria. 4.3.4. Berlatih mencari sumber cahaya yang dapat masuk ke mikroskop deng- an cara mengubah posisi cermin mikroskop. Berlatih memfokuskan bayangan objek pada lensa okuler dengan cara memutar tombol focus yang terdapat pada samping mikroskop. 4.3.5. Menggambar bentuk-bentuk anggota protista dan menyebutkan bagian dalam tubuh anggota protista tersebut berdasarkan pengamatan lang - sung dengan bantuan mikroskop. 4.4. Penutup / Kegiatan Akhir 4.4.1. Tugas Mandiri Tidak Terstruktur 4.4.1.1. Melakukan kajian literature untuk menemukan contoh organis me dari setiap golongan anggota protista 4.4.1.2. Membuat charta cara-cara perkembangbiakan organisme protista dari berbagai golongan baik secara seksual maupun aseksual 4.4.1.3. Menyusun dan mempresentasikan laporan ilmiah tentang protista yang menguntungkan dan merugikan bagi kehidupan 4.4.1.4. Membuat laporan hasil pengamatan 4.4.1.5. Membuat laporan praktikum (Pengamatan anggota protista) |
| F | Sumber Belajar 5. Alat / Bahan / Sumber Belajar : 5.1. Alat 5.2. Bahan 5.3. Sumber Belajar : 5.3.1. Buku Biologi jilid I Ganeca Exact 5.3.2. Buku-buku lain yang relevan |
| G | Penilaian 6.1. Teknik Penilaian dan Bentuk Instrumen 6.1.1. Teknik / jenis : Tes tertulis, PG 6.1.2. Bentuk Instrumen : PG, test penilaian kerja siswa 6.1.3. Instrumen / Soal : Terlampir 6.2. Perhitungan Nilai : 6.2.1. Skala Nilai Akhir : 6.2.2. Rumus Nilai : jumlah soal yang benar dibagi jumlah seluruh soal Penanggung jawab Cimahi, 1 Desember 2008 Pemenuhan Standar Proses Ketua MGMP SMA Negeri 6 Cimahi Drs. MASKUR , M.M. TINA MARTINA, S.P.d Nip : 130 929 376 Nip : 480 192 258 Mengetahui, Kepala Sekolah Negeri 6 Cimahi
Drs. YAYAT HIDAYAT Nip : 131 628 411 |
| | |
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
| A | Identitas Nama Sekolah : SMA Negeri 6 Cimahi Mata Pelajaran : Biologi Kelas , Semester : X , I Standar Kompetensi :_ Memahami prinsip-prinsip pengelompokan makhluk hidup Kompetensi Dasar : Menyajikan cirri-ciri umum filum dalam kingdom protista dan perannya bagi kehidupan Indikator : 1. Tatap Muka 1.6. Menjelaskan cara-cara perkembangbiakan seksual organisme Protista mirip hewan, mirip tumbuhan, dan mirip jamur. 1.7. Menganalisis cara-cara perkembangbiakan aseksual anggota Protista mirip hewan, mirip tumbuhan, dan mirip jamur. 1.8. Membuat Charta cara-cara perkembangbiakan organisme Protista Dari berbagai golongan 1.9 Menjelaskan peranan protista yang menguntungkan dan merugikan 1.10. Membuat bagian alur perkembangbiakan Plasmodium dalam siklus malaria 1.11. Membuat laporan ilmiah tentang protista yang menguntungkan Dan merugikan bagi kehidupan. 2. Tugas Terstruktur 2.1. Melakukan kajian literature menemukan cirri-ciri umum protista Dan berbagai golongannya (mirip jamur, mirip alga, mirip hewan) Melalui kerja kelompok. Membuat tabel perbedaan cirri berbagai golongan anggota protista Untuk membandingkan perbedaan berbagai jenis organisme golongan protista 2.2. Membuat daftar perkembangbiakan organisme protista dari berbagai golongan secara aseksual berdasarkan kajian literature. 2.3. Melakukan studi literature untuk menemukan alur perkembangbiakan Plasmodium dalam siklus malaria. 2.4. Berlatihlah mencari sumber cahaya yang dapat masuk ke microskop dengan cara mengubah posisi cermin mikroskop. Berlatihlah memfokuskan bayangan objek pada lensa okuler dengan cara memutar tombol focus yang terdapat pada samping Mikroskop. 2.5. Menggambar bentuk-bentuk anggota protista dan menyebutkan bagian dalam tubuh anggota protista tersebut berdasarkan Pengamatan langsung dengan bantuan mikroskop 3. Tugas Mandiri Tidak Terstruktur 3.1. Melakukan kajian literature untuk menemukan contoh organisme dari setiap golongan anggota protista. 3.2. Membuat charta cara-cara perkembangbiakan organisme protista dari berbagai golongan baik secara seksual maupun aseksual 3.3. Menyusun dan mempresentasikan laporan ilmiah tentang protistaYang menguntungkan dan merugikan bagi kehidupan 3.4. Membuat laporan hasil pengamatan 3.5. Membuat laporan praktikum (pengamatan anggota protista ) Alokasi Waktu : 2 X 45 menit
|
| B | Tujuan Pembelajaran 1. Tujuan Pembelajaran 1.1. Setelah melakukan kajian literature dan diskusi siswa mampu menjelaskan cara –cara perkembangbiakan seksual pada protozoa 1.2. Siswa mampu menjelaskan cara perkembangbiakan seksual pada alga 1.3. Siswa mampu menjelaskan cara perkembangbiakan seksual pada Protista mirip jamur 1.4. Siswa mampu menjelaskan cara perkembangbiakan aseksual pada protozoa 1.5. Siswa mampu menjelaskan cara perkembangbiakan aseksual pada alga 1.6. Siswa mampu menjelaskan cara perkembangbiakan aseksual pada protista mirip jamur 1.7. Siswa mampu membuat charta cara-cara perkembangbiakan berbagai protista 1.8. Siswa mampu menjelaskan peranan protista yang menguntungkan 1.9. Siswa mampu menjelaskan peranan protista yang merugikan 1.10. Siswa mampu membuat bagan perkembangbiakan Plasmodium dalam Siklus malaria 1.11. Siswa mampu membuat laporan ilmiah tentang peranan protista 1.12. Siswa mampu mempresentasikan laporan ilmiah tentang peranan protista |
| C | Materi pembelajaran 2.1. Reproduksi seksual protozoa : konjugasi, sporagoni 2.2. Reproduksi seksual alga : konyugasi, isogami, anisogami dan oogami 2.3. Reproduksi seksual protista mirip jamur : konyugasi, oogami 2.4. Reproduksi aseksual protozoa : pembelahan biner, pembelahan berganti 2.5. Reproduksi aseksual alga : Spora, fragmentasi, protista mirip jamur 2.6. Reproduksi aseksual protista mirip jamur : spora, zoospore, konidium 2.7. Protista yang menguntungkan: Foraminifera, Radiolaria, Diatom, alga merah 2.8. Protista yang merugikan : trypanosome, entaamuba, plasmodium 2.9. Perkembangbiakan plasmodium : Fase vegetatif dalam tubuh manusia Fase generatif dalam tubuh nyamuk 2.10.Lapran ilmiah tentang peranan protista |
| D | Metode Pembelajaran 3.1. Diskusi informasi 3.2 Demontreasi 3.3 Eksperimen |
| E | Kegiatan Pembelajaran 4. Langkah – langkah Pembelajaran 4.1 Pendahuluan ( pertemuan ke-2 ) 4.1.1 Motifasi : bagaimana tumbuhan alga berkembangbiak 4.1.2 Apresepsi : Mengapa ada alga generasi haploid 4.1.3 Prasyarat : memahami tentang reproduksi sexsual dan asexsual pada makhluk hidup 4.2 Kegiatan Inti 4.2.1 Pembagian siswa dalam kelompok 4.2.2 Melakukan kajian literature tentang perkembangbiakan sexsual dan asexsual protista dalam diskusi kelompok 4.2.3 Membuat daftar perkembangbiakan sexsual dan asexsual pada protista 4.2.4 Membuat charta cara-cara perkembangbiakan organisme berbagai protista 4.2.5 Melaksanakan diskusi kelas dan menjawab pertanyaan kelompok lain dengan bentuan daftar dan charta yang telah dibuat 4.3.Tugas Terstruktur 4.3.1 Melakukan kajian literature, menemukan cirri-ciri umum protista dan golongannya ( mirip jamur, mirip alga, mirip hewan ) melalui kerja kelompok. Membuat tabel perbedaan cirri berbagai golongan anggota protista untuk membandingkan perbedaan berbagai jenis organisme golongan protista. 4.3.1 Membuat daftar perkembangbiakan organisme protista dari berbagai golongan secara asexsual berdsasarkan kajian literature. 4.3.2 Melakukan studi literature untuk menemukan alur perkembangbiakan Plasmodium dalam siklus malaria. 4.3.3 Berlartihlah mencari sumber cahaya yang dapat masuk ke mikroskop dengan cara mengubah posisi cermin mikroskup. Berlatihlah memfokuskan bayangan objek pada lensa okuler dengan cara memutar tombol focus yang terdapat pada samping mikroskop. 4.3.4 Menggambar bentuk-bentuk anggota protista dan menyebutkan bagian dalam tubuh anggota protista tersebut berdasarksan pengamatan langsung dengan antuan mikroskup 4.4 Penutup / Kegiatan akhir 4.4.1 Tugas mandiri tidak tersetruktur 4.4.1.1 Melakukan kajian literature untuk menemukan contoh organisme dari setiap golongawn anggota protista. 4.4.1.2 Membuat charta cara-cara perkembangbiakan organisme protista dari berbagai golongan baik secara sexsual maupun asexsual. 4.4.1.3 Menyusun dan mempresentasikan laporan oilmiah tentang protista yang menguntungkan dan merugikan bagi kehidupan. 4.4.1.4 Membuat laporan hasil pengamatan 4.4.1.5 Membuat laporan praktikum ( pengamatan anggota protista )
|
| F | Sumber Belajar 5. Alat – Bahan – Sumber Belajar 5.1 Alat : Mikroskup 5.2 Bahan : preparat 5.3 Sumber belajar : Buku biologi jilid I ganeca exact Buku-buku lain yang relevan |
| G | Penilaian 6.1 Teknik Penilaian dan Bentuk Instrumen 6.1.1 Teknik – jenis : tertulis, Pg 6.1.2 Bentuk instrument : Pg 6.1.3 Instrumen soal : terlampir 6.2 Perhitungan nilai 6.2.1 skala nilai akhir 6.2.2 rumus nilai : jumlah yang benar dibagai jumlah seluruh soal Penanggung Jawab Cimahi, 1 Desember 2008 Pemenuhan Standar Proses Ketua MGMP SMA Negeri 6 Cimahi Drs. MASKUR, M.M __________________ Nip. 130 929 376 Nip. Mengetahui, Kepala SMA Negeri 6 Cimahi Drs. YAYAT HIDAYAT Nip. 131 628 411 |
| | |
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
| A | Identitas Nama Sekolah : SMA Negeri 6 Cimahi Mata Pelajaran : Biologi Kelas, Semester : X, I Standar Kompetensi : Memahami prinsip-prinsip pengelompokan mahluk hidup Kompetensi Dasar : Menyajikan cirri-ciri umum filum dalam kingdom Protista, dan perannya bagi kehidupan Indikator : 1. Mendeskripsikan cirri-ciri umum protista berdasarkan pengamatan 2. Menjelaskan dasar pengelompokan organisme protista mirip hewan, mirip tumbuhan, dan mirip jamur 3. Mengidentifikasi golongan protozoa, alga, dan protista mirip jamur, berdasarkan cirri khas dari masing-masing kelas tersebut 4. Membedakan organisme protista mirip jamur, mirip tumbuhan, mirip hewan berdasarkan pengamatan 5. Memberikan contoh organisme dari setiap golongan anggota protista mirip hewan, mirip tumbuhan, dan mirip jamur 6. Menjelaskan cara-cara perkembangbiakan seksual organisme protista mirip hewan, mirip tumbuhan, dan mirip jamur 7. Menganalisis cara-cara perkembangbiakan aseksual anggota protista mirip hewan, mirip tumbuhan, mirip jamur 8. Membuat Charta cara-cara perkembangbiakan organisme protista dari berbagai golongan 9. Menjelaskan peran protista yang menguntungkan dan merugikan 10Membuat bagan alur perkembangbiakan Plasmodium dalam siklus malaria 11Membuat laporan ilmiah tentang protista yang menguntungkan dan merugikan bagi kehidupan 12Menjelaskan bagian-bagian mikroskop dan fungsi urutan langkah menggunakan mikroskop yang baik dan benar 13Mahir menggunakan mikroskop 14Mengkomunikasikan hasil pengamatan sebuah objek dengan menggunakan mikroskop 15. Mengenali protista berdasarkan cirri-ciri morfologinya 16. Menggambar bentuk-bentuk anggota protista berdasarkan pengamatan dengan mikroskop 17. menunjukkan bagian tubuh anggota protista yang diamati 18. Mengkomunikasikan hasil pengamatan anggota protista yang diamati dengan mikroskop Alokasi Waktu : 4 X 45 menit ( 5 pertemuan ) |
| B | Tujuan Pembelajaran 1. Siswa dapat menjelaskan fungsi bagian-bagian mikroskop 2. Siswa dapat menjelaskan urutan langkah kerja menggunakan mikroskop yang baik dan benar 3. Siswa mahir menggunakan mikroskop 4. Siswa dapat mengkomunikasikan hasil pengamatan objek dibawah mikroskop 5. Siswa dapat mengenali cirri-ciri umum protista berdasarkan pengamatan dibawah mikroskop 6. Siswa dapat menggambar bentuk-bentuk anggota protista berdasarkan pengamatan dengan mikroskop 7.Siswa dapat menunjukkan bagian-bagian tubuh protista yang diamati dibawah mikroskop 8. Siswa dapat mengkomunikasikan hasil pengamatan anggota protista 9. Siswa dapat menjelaskan persamaan dan perbedaan tentang protista yang diamati. |
| C | Materi pembelajaran 1.Bagian-bagian mikroskop : kaki, lengan, tabung, pemutar kasar,pemutar halus, lensa okuler, revolver, lensa objektif, meja benda, penjepit, diafragma 2.Urutan kerja a.buka diafragma secara penuh b.mengatur letak cermin sehingga cahaya masuk ke meja objek melalui lubang di meja objek c.meletakkan objek yang akan diamati d.mengamati dengan objek lensa rendah lalu dengan lensa objektif kuat sambil memutar tombol pengatur dan putarlah pengatur halus sampai objek tampak 3.Mahir menggunakan mikroskop 4.Hasil pengamatan objek dibawah mikroskop 5.Ciri-ciri umum protista berdasarkan hasil pengamatan 6.Menggambar bentuk-bentuk protista berdasarkan pengamatan 7.Bagian-bagian tubuh protista dari pengamatan 8.Hasil pengamatan anggota protista 9.Persamaan dan perbedaan protista hasil pengamatan |
| D | Metode Pembelajaran 1. Praktikum 2. Diskusi-informasi 3. Demonstrasi |
| E | Kegiatan Pembelajaran Langkah-langkah Pembelajaran : Pertemuan ke 4 1.Kegiatan awal 1.1 Motivasi : maukah melihat bentuk-bentuk protista dengan menggunakan mikroskop 1.2 Apresepsi : Bagian-bagian apa saja yang ada di mikroskop 1.3 Prasarat : Sifat-sifat lensa dan sifat-sifat bayangan 2.Kegiatan Inti : 2.1 Demonstrasi menunjukan bagian-bagian mikroskkop dan menjelaskan masing- masing fungsinya 2.2 Demonstrasi guru menjelaskan langkah urutan kerja penggunaan mikroskop 2.3 Demonstrasi teknik mencari cahaya dengan menggunakan cermin mikroskop 2.4 Siswa mempraktekan yang sudah di demonstrasikan guru dengan berlatih memfokuskan bayangan objek dan mencari cahaya 2.5 Siswa membuat laporan hasil praktikum 3. Kegiatan penutup : 3.1 mengambil kesimpulan tentang teknik-teknik penggunaan mikroskop 3.2. mencari trik-trik yang efektif dalam penggunaan mikroskop Pertemuan ke 5 : 1. Kegiatan awal 1.1. Motivasi : Pernahkah kalian melihat kehidupan dalam setetes air 1.2. Apresepsi :Protista apa saja yang terdapat dalam air rendaman Jerami atau air kolam 1.3. Prasarat : Mengetahui macam-macam protista 2.Kegiatan inti : 2.1. Siswa mengamati berbagai bentuk protista dari sediaan objek dengan mikroskop 2.2. Siswa menggambar bentuk-bentuk anggota protista dari hasil pengamatan 2.3. Siswa menunjukan bagian-bagian tubuh protista dari hasil pengamatan 2.4. Siswa mengkomunikasikan hasil pengamatan protista dengan mikroskop dengan membuat laporan 3.Kegiatan Penutup : 3.1. Mengambil kesimpulan tentang bentuk-bentuk protista 3.2. Mengambil kesimpulan tentang perbedaan dan persamaan bentuk protista yang diamati |
| F | Sumber Belajar 1. Buku Biologi jilid I Ganeca Exact 2. LKS Biologi Tuntas kelas X 3. Buku-buku lain yang relevan |
| G | Penilaian 1. Tes tertulis 2. Unjuk kerja 3. Bentuk Instrumen : 3.1. Uraian (terlampir) 3.2. Tes penilaian kerja siswa (terlampir) Penanggung jawab Cimahi, 1 Desember 2008 Pemenuhan Standar Proses Ketua MGMP SMA Negeri 6 Cimahi Drs. MASKUR, M.M TINA MARTINA, S.Pd Nip : 130 929 376 Nip : 480 192 258 Mengetahui, Kepala SMA Negeri 6 Cimahi Drs.YAYAT HIDAYAT Nip : 131 628 411 |
| | |
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
- Identitas
Nama Sekolah : SMA Negeri 6 Cimahi
Mata Pelajaran : Biologi
Kelas, Semester : X, I
Standar Kompetensi : Memahami prinsip-prinsip pengelompokan mahluk
hidup
Kompetensi Dasar : Menyajikan cirri-ciri umum filum dalam kingdom
Protista, dan perannya bagi kehidupan
Indikator :
1. Mendeskripsikan cirri-ciri umum protista berdasarkan pengamatan
2. Menjelaskan dasar pengelompokan organisme protista mirip hewan,
mirip tumbuhan, dan mirip jamur
3. Mengidentifikasi golongan protozoa, alga, dan protista mirip jamur,
berdasarkan cirri khas dari masing-masing kelas tersebut
4. Membedakan organisme protista mirip jamur, mirip tumbuhan, mirip
hewan berdasarkan pengamatan
5. Memberikan contoh organisme dari setiap golongan anggota protista
mirip hewan, mirip tumbuhan, dan mirip jamur
6. Menjelaskan cara-cara perkembangbiakan seksual organisme protista
Mirip hewan, mirip tumbuhan, dan mirip jamur
7. Menganalisis cara-cara perkembangbiakan aseksual anggota protista
mirip hewan, mirip tumbuhan, mirip jamur
8. Membuat Charta cara-cara perkembangbiakan organisme protista dari
Berbagai golongan
9. Menjelaskan peran protista yang menguntungkan dan merugikan
10. Membuat bagan alur perkembangbiakan Plasmodium dalam siklus
malaria
11. Membuat laporan ilmiah tentang protista yang menguntungkan dan me-
rugikan bagi kehidupan
12. Menjelaskan bagian-bagian mikroskop dan fungsinya
urutan langkah menggunakan mikroskop yang baik dan benar
13. Mahir menggunakan mikroskop
14. Mengkomunikasikan hasil pengamatan sebuah objek dengan
menggunakan mikroskop
15. Mengenali protista berdasarkan cirri-ciri morfologinya
16. Menggambar bentuk-bentuk anggota protista berdasarkan pengamatan
dengan mikroskop
17. menunjukkan bagian tubuh anggota protista yang diamati
18. Mengkomunikasikan hasil pengamatan anggota protista yang diamati
dengan mikroskop
Alokasi Waktu : 4 X 45 menit ( 5 pertemuan )
- Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa dapat menjelaskan fungsi bagian-bagian mikroskop
2. Siswa dapat menjelaskan urutan langkah kerja menggunakan mikroskop
yang baik dan benar
3. Siswa mahir menggunakan mikroskop
4. Siswa dapat mengkomunikasikan hasil pengamatan objek dibawah
mikroskop
5. Siswa dapat mengenali cirri-ciri umum protista berdasarkan hasil penga
matan dibawah mikroskop
6. Siswa dapat menggambar bentuk-bentuk anggota protista berdasarkan
pengamatan dengan mikroskop
7.Siswa dapat menunjukkan bagian-bagian tubuh protista yang diamati di
bawah mikroskop
8. Siswa dapat mengkomunikasikan hasil pengamatan anggota protista
9. Siswa dapat menjelaskan persamaan dan perbedaan tentang protista yang
diamati
- Materi Pembelajaran :
- Bagian-bagian mikroskop : kaki, lengan, tabung, pemutar kasar,pemutar halus, lensa okuler, revolver, lensa objektif, meja
meja benda, penjepit, diafragma
- Urutan kerja
a. buka diafragma secara penuh
b. mengatur letak cermin sehingga cahaya masuk ke meja objek melalui lubang di meja objek
c. meletakkan objek yang akan diamati
d. amati dengan objek lensa rendah lalu dengan lensa objektif kuat sambil memutar tombol pengatur dan putar
lah pengatur halus sampai objek tampak
- Mahir menggunakan mikroskop
- Hasil pengamatan objek dibawah mikroskop
- Ciri-ciri umum protista berdasarkan hasil pengamatan
- Menggambar bentuk-bentuk protista berdasarkan pengamatan
- Bagian-bagian tubuh protista dari pengamatan
- Hasil pengamatan anggota protista
- Persamaan dan perbedaan protista hasil pengamatan
D.Metode Pembelajaran :
- Praktikum
- Diskusi-informasi
- Demonstrasi
- Kegiatan Pembelajaran
Langkah-langkah :
Pertemuan 4
1. Kegiatan awal
1.1. Motivasi : maukah melihat bentuk-bentuk protista deng-
an menggunakan mikroskop
1.2. Apresepsi : Bagian-bagian apa saja yang ada pada micros
kop
1.3. Prasarat : Sifat-sifat lensa dan sifat-sifat bayangan
2. Kegiatan Inti :
2.1. Demonstrasi menunjukan bagian-bagian mikroskkop dan menjelaskan masing-masing fungsinya
2.2. Demonstrasi guru menjelaskan langkah urutan kerja penggunaan mikroskop
2.3. Demonstrasi teknik mencari cahaya dengan menggunakan cermin mikroskop
2.4. Siswa mempraktekan yang sudah di demonstrasikan guru denganberlatih memfokuskan bayangan objek dan mencari cahaya
2.5. Siswa membuat laporan hasil praktikum
3. Kegiatan penutup :
3.1 mengambil kesimpulan tentang teknik-teknik penggunaan
mikroskop
3.2. mencari trik-trik yang efektif dalam penggunaan mikroskop
Pertemuan ke 5 :
1. Kegiatan awal
1.1. Motivasi : Pernahkah kalian melihat kehidupan dalam setetes air
1.2. Apresepsi : protista apa saja yang terdapat dalam air rendaman
jerami atau air kolam
1.3. Prasarat : Mengetahui macam-macam protista
2. Kegiatan inti :
2.1. Siswa mengamati berbagai bentuk protista dari sediaan objek deng-
an mikroskop
2.2. Siswa menggambar bentuk-bentuk anggota protista dari hasil pengamatan
2.3. Siswa menunjukan bagian-bagian tubuh protista dari hasil pengamatan
2.4. Siswa mengkomunikasikan hasil pengamatan protista dengan mikroskop dengan membuat laporan
3. Kegiatan Penutup :
3.1. Mengambil kesimpulan tentang bentuk-bentuk protista
3.2. mengambil kesimpulan tentang perbedaan dan persamaan bentuk protista yang diamati
- Sumber Belajar :
- Buku Biologi jilid I Ganeca Exact
- LKS Biologi Tuntas kelas X
- Buku-buku lain yang relevan
- Penilaian :
- Tes tertulis
- unjuk kerja
- Bentuk Instrumen :
- uraian (terlampir)
- tes penilaian kerja siswa (terlampir)
Penanggung jawab Cimahi, 1 Desember 2008
Pemenuhan Standar Proses Ketua MGMP
SMA Negeri 6 Cimahi
Drs. MASKUR, M.M TINA MARTINA, S.Pd
Nip : 130 929 376 Nip : 480 192 258
Mengetahui,
Kepala SMA Negeri 6 Cimahi
Drs.YAYAT HIDAYAT
Nip : 131 628 411
SOAL BIOLOGI
MONERA
KELAS : X (SEPULUH)
Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar dibawah ini
1. Archaebacteria yang hidup di daerah berkadar garam tinggi adalah ….
a. halofilik b. metanogenik c. kemoautotrop
d. pereduksi sulfur e. thermoasidofilik
2. Bakteri autotrop memperoleh makanan dengan cara ….
a. menempel tubuh organisme lain
b. menyerap bahan organik dari organisme lain
c. mengubah bahan organik menjadi bahan anorganik
d. mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik
e. mengambil sebagian bahan organik dari organisme lain
3. Gb. Struktur tubuh bakteri
Bagian yang ditunjukkan oleh huruf R adalah ….
a. materi genetic b. flagel c. membran sel
d. mitokondria e. dinding sel
4. Berdasarkan bentuknya bakteri yang mempunyai satu flagel disalah satu
Ujungnya disebut …..
a. monotrik b. lofotrik c. amfitrik
d. peritrik e. politrik
5. Urutan yang benar cara reproduksi bakteri secara seksual adalah ….
a. transformasi, tranduksi dan konjugasi
b. transformasi, konjugasi dan tranduksi
c. tranduksi, transformasi, dan konjugasi
d. Tranduksi, konjugasi dan transformasi
e. konjugasi, tranduksi dan transformasi
6. Jenis bakteri yang mampu mengikat nitrogen dari udara bebas adalah ….
a. Azetobacter b. Clostridium c. Nitrosoccocus
d. Nitrobacter e. Rhizobium
7. Kelompok penyakit dibawah ini yang disebabkan oleh bakteri adalah …
a. pes, polio, dan korela
b. TBC, difteri, dan panu
c. TBC, tetanus dan kolera
d. kurap, polio dan tetanus
e. pes, difteri dan polio
8. Lactobacillus bulgaricus berperan dalam pembuatan …..
a. pupuk b. biogas c. minyak
d. yoghurt e. bahan makanan
9. Bakteri berikut ini yang merupakan bakteri heterotrop adalah ….
a. bakteri TBC b. bakteri besi c. bakteri nitrit
d. bakteri nitrat e. bakteri belerang
10. Cabang biologi yang erat hubungannya dengan bakteri disebut ….
a. taksonomi b. bakteriologi c. sitologi
d. embriologi e. histology
Soal Biologi
Kerja ilmiah
Kelas X (Sepuluh)
Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang benar
- Berikut ini adalah langkah-langkah metode ilmiah
1. mengumpulkan data 4. merumuskan masalah
2. merumuskan hipotesis 5. melaksanakan percobaan
3. menarik kesimpulan
Dalam metode ilmiah yang harus ditempuh oleh seorang siswa untuk me-
mecahkan masalah adalah …..
a. 1, 2, 3, 4, 5 b. 2, 4, 1, 3, 5
c. 4, 1, 2, 5, 3 d. 4, 2, 3, 1, 5
e. 5, 3, 4 , 2, 1
- Eceng gondok selain sebagai tanaman gulma, tetapi juga dapat menghasil
Melalui percobaan yang dalam tahapan metode ilmiah kita sebut …..
a. observasi d. penyusunan hipotesis
b. eksperimen e. penyusunan teori
c. pengumpulan data
3. Seorang penyuluh pertanian diberi tugas untuk mencari penyebab rusak -
Nya tanaman kentang di daerah lembang, jawa barat. Langkah pertama
Yang harus dilakukan dalam menangani masalah tersebut adalah …..
a. mengumpulkan data d. melakukan percobaan
b. menyusun teori e. membakar tanaman kentang
c. menyusun hipotesis
4. Untuk memecahkan masalah-masalah yang timbul dalam bidang biologi
Maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah ….
a. mengadakan observasi untuk mengumpulkan data
b. menyusun hipotesis
c. melakukan eksperimen
d. mengemukakan teori
e. merumuskan masalah
5. Pupuk ZA dapat digunakan untuk segala jenis tanaman. Jika menggunakan
metode ilmiah, maka pernyataan tersebut perlu ditanggapi dengan…..
a. melakukan observasi
b. membuktikan dengan teori
c. menguji hipotesis tersebut dengan eksperimen
d. menyusun hipotesis berdasarkan hasil observasi
e. menerima pernyataan tersebut sebab merupakan hipotesis
6. Penyakit AIDS merupakan penyakit yang sangat mengerikan dan banyak
Ditakuti manusia. Penyakit tersebut disebabkan oleh virus yang dapat me-
Nyerang system kekebalan tubuh manusia. Kesimpulan tersebut diperoleh
Berdasarkan ….
a. hipotesis d. hukum atau teori
b. percobaan e. observasi dan pengumpulan data
c. pengujian hipotesis
7. Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara satu perlakuan dengan
Perlakuan lainnya dalam suatu penelitian, maka digunakan analisis data
Yang tepat yaitu ….
a. ukuran variabelitas d. ukuran eksperimen
b. ukuran korelasi e. ukuran reliabilitas statistic
c. ukuran terkontrol
8. Pembahasan terhadap hasil pengamatan dalam suatu karya ilmiah, harus
Memulai hal-hal yang berisi ….
a. alasan-alasan terhadap pemilihan suatu objek penelitian
b. pertanyaan-pertanyaan mengenai permasalahan yang ada dalam suatu
penelitian
c. penjabaran materi-materi yang mendukung hasil penelitian
d. urutan langkah-langkah kerja dalam suatu penelitian
e. perumusan maksud dan tujuan dari penelitian yang dilakukan
9. Berikut ini yang tidak boleh dijadikan pertimbangan dalam merumuskan
Masalah adalah ….
a. peralatan untuk melakukan percobaan mendukung
b. memiliki gagasan yang sangat luas
c. sesuai dengan kemampuan dan keahlian yang kita miliki
d. menarik untuk diteliti
e. tidak mengandung bahaya bagi peneliti
10. Beberapa bagian
1. prakata
2. alat, bahan, dan metode
3. pendahuluan
4. rangkuman (abstrak)
5. hasil dan pembahasan
6. kesimpulan dan saran
7. referensi
Urutan yang benar menurut kaidah penulisan karya ilmiah adalah …
a. 1-2-3-4-5-7-6 d. 1-7-2-3-5-6-4
b. 1-3-2-7-5-6-4 e. 1-4-3-2-5-6-7
c. 4-1-3-2-5-6-7
Soal Biologi
Protista
Kelas X (Sepuluh)
Pilihlah salah satu jawaban yang tepat di bawah ini
- Protista terbagi atas 4 kelas berdasarkan pigmen dominan pada tubuhnya yaitu alga merah, alga hijau, alga coklat, dan alga keemasan, nama asing-masing kelas tersebut secara berurut adalah ….
a. Clorophyta, Rhodophyta, Phaeophyta, Chrysophyta
b. Phaeophyta Chrysophyta, Rhodophyta, Clorophyta
c. Rhodophyta, Clorophyta, Phaeophyta, Chrysophyta
d. Chrysophyta, Rhodophyta, Clorophyta, Phaeophyta
e. Cyanophyta, Clorophyta, Phaeophyta, Chrysophyta
2. Jamur dan fungi adalah organisme unik yang memiliki cirri tumbuhan
Sekaligus cirri hewan, cirri tersebut secara berurutan adalah ….
a. Autotrop- dapat bergerak bebas
b. Berklorofil – tidak berdinding sel
c. Dinding sel dari zat kitin- heterotrop
d. Dinding sel dari zat kitin – Autotrop
3. Protozoa dapat menyebabkan penyakit pada hewan dan manusia, Bebera-
Pa contoh penyakit yang disebabkan protozoa seperti di bawah ini, kecuali
……
a. hepatitis d. amobiasis
b. malaria e. lesmenesis
c. penyakit tidur
4. Protista menyerupai hewan dikelompokan menjadi beberapa kelompok ber
Dasarkan ….
a. ukuran selnya d. cara mencari makan
b. jumlah selnya e. bentuk gerak alih
c. cara reproduksi
5. Asam alginate yang dihasilkan oleh alga coklat digunakan dalam pembuat-
An …..
a. agar-agar d. suplemen protein sel tunggal
b. bahan penyekat dinamit e. es krim
c. tekstil
6. Dalam daur hidupnya tumbuhan lumut merupakan …..
a. gametofit d. sporofit
b. protonema e. protalium e. sporangium
7.Jenis alga merah yang bermanfaat bagi industri makanan, yaitu ….
a. Eucheuma Sp, Gracilaria Sp, Vaucheria Sp
b. Eucheuma Sp, Gracilaria Sp, Gelidium Sp
c. Gracilaria Sp, Gelidium Sp, Sarrgasum Sp
d. Gracilaria Sp, Gelidium Sp, Chlorella Sp
e. Garcilaria Sp, Sarrgasum Sp, Chlorella Sp
8.Hewan protozoa yang mempunyai cirri bergerak dengan bulu getar adalah…
a. Stentor d. Radiolaria
b. Foraminifera e. Euglena viridis
c. Plasmodium
9.Di dalam Paramecium terdapat organel yang berfungsi sebagai osmoregulasi,
Yaitu ….
a. Vakuola nonkontraktil
b. Makronukleus
c. Vakuola kontraktil
d. Mikronukleus
e. Selaput plasma
10. Perkembangbiakan generatif pada alga dengan cara ….
a. membentuk hormogonium
b. fragmentasi dan heterosista
c. pembentukan spora kembara
d. pembelahan biner
e. pembentukan zigospora
Soal Biologi
Virus
Kelas X ( Sepuluh)
Pilihlah salah satu jawaban yamg paling benar di bawah ini
4. Virus memiliki salah satu dari sifat berikut :
a. bentuk sel seperti bola
b. bentuk sel seperti batang
c. inti sel bersifat eukariotik
d. inti sel bersifat prokariotik
e. tidak mempunyai protoplasma
2. Salah satu cirri kehidupan virus adalah …
a. tidak bernafas
b. dapat mengkristal
c. tersusun atas satu sel
d. dapat membentuk bakteriofage
e. berkembangbiak dalam sel hidup
3. Beberapa cirri jasad renik sebagai berikut :
1. ultra mikroskopis
2. bereproduksi di dalam sel hidup
3. sel bersifat prokariotik
4. mempunyai materi genetic ARN atau AND
5. Memiliki klorofil
Ciri-ciri Virus adalah :
a. 1,2 dan 3 d. 2,3 dan 5
b. 1,2 dan 4 e. 3,4 dan 5
c. 2,3 dan 4
4. Virus dapat bereproduksi pada organisme lain dengan cara melekatkan
Bagian tubuhnya pada inang, lalu akan memasukkan ADN ke dalam
Tubuh inang dengan tujuan untuk ….
a. melumpuhkan sel inang agar tak dapat bereproduksi
b. mengendalikan sintesis protein dan membentuk bagian-bagian tubuh
nya
c. memacu produksi enzim untuk memecah sel inang
d. mengeluarkan protoplasma, sel inang untuk tempat reproduksi
e. mengaktifkan inti sel inang untuk memproduksi enzim
5. Tahap dalam reproduksi virus fase litik adalah …
a. adsorpsi, penetrasi, sintesis, pematangan, lisis
b. adsorpsi, penetrasi, pematangan, sintesis, lisis
c. adsorpsi, penetrasi, pematangan, lisis, sintesis
d. adsorpsi, penetrasi, sintesis, lisis, pematangan
e. adsorpsi, sintesis, penetrasi, pematangan, lisis
6. Dibawah ini adalah perbandingan antara bakteri dan virus, pernyataan yang
Benar mengenai virus adalah …
a. virus berukuran lebih besar dari bakteri
b. bakteri dapat diperbanyak dalam tubuh virus
c. virus dan bakteri tergolong dalam satu kelas monera
d. virus yang menyerang bakteri disebut bakteriofage
e. embrio ayam dan ginjal monyet merupakan media yang tepat untuk replikasi
bakteri
7.Bagian yang dipakai untuk menginfeksi tubuh bakteri adalah nomor…..
a. 1 b.2
c. 3 d.5 e. 4
8. Salah satu dari gambar berikut yang merupakan bentuk bakteriofage yaitu ….
a. b. c.
d. e.
9. Dibawah ini macam bentuk virus, yang berbentuk bola adalah ….
a. b. c.
d. e.
10. Gambar disamping ini menunjukkan jenis penyebab penyakit ….
a. Rabies b. AIDS
c. polio d. ebola
e. sirosis
